Kejujuran merupakan syarat mutlak bagi seorang pemimpin. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa tiada seorang yang diamanati oleh Allah memimpin rakyat kemudian ketika ia mati ia masih menipu atau membohongi rakyatnya, melainkan pasti Allah mengharamkan baginya surga.Foto ESQ 165 Great Leader Series.
 .
Kisah berikut mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk menjadi pemimpin yang jujur.
.
Orang jepang pernah ditanya bagaimana dirinya bisa melatih nilai kejujuran?
.
Orang Jepang itu kebingungan, celingukan kiri kanan, dan tidak bisa menjawab.
.
Ia menjawab.. “Bagaimana ya, mungkin kejujuran itu sudah bagian dari gen saya,” ujarnya.
.
Mendengar jawabannya kita tersadar, bagi orang Jepang sudah tidak perlu lagi mereka diajarkan dan dilatih tentang kejujuran, karena nilai kejujuran sudah masuk ke dalam alam bawah sadar mereka. Dengan kata lain, mereka sudah tidak menyadari lagi bahwa dirinya mampu melakukan kejujuran. Sifat jujur sudah otomatis muncul dalam kehidupan mereka setiap hari, meskipun banyak di antara mereka tidak beragama.

 .
Bagaimana dengan masyarakat kita saat ini? Mengapa angka korupsi masih tinggi? Mengapa jika naik bis kota, Metro Mini, atau Trans Jakarta, atau KRL, penumpang selalu was-was karena rawan kecopetan? Mengapa saat sandal dan sepatu di halaman Masjid sering hilang? Jawabannya karena kejujuran belum masuk ke alam bawah sadar kebanyakan masyarakat Indonesia.
.
Henry Ford berkata, whether you think you can or you think you can't, you're right. Artinya alam bawah sadar yang kita programkan atau programming yang kita lakukan, baik mengatakan saya bisa atau tidak, semua akan benar bergantung program yang kita rancang ke dalam alam bawah sadar. Oleh karena itu kita harus mampu melakukan sebuah programming positif ke dalam hard disk diri kita.
.

 Itulah mengapa ESQ merancang sebuah modul training yang tujuannya adalah untuk menginstal nilai-nilai positif ke alam bawah sadar dan merasuk ke dalam sanubari. Sehingga orang tidak lagi harus berpikir melakukan hal-hal positif seperti kejujuran dan kebaikan.
.
Mengapa? Karena ia sudah ada dalam programming dirinya, sehingga menjadi kebiasaan yang terus dilakukan berulang-ulang. Akhirnya nilai positif menjadi otomatis dilakukan tanpa berpikir panjang lagi. Semoga Allah meridhoi.
 
Ps: silakan share postingan ini agar banyak orang mendapat manfaat.